Sutra
Sutra atau sutera merupakan serat
protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umum
adalah sutra dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei (Bombyx
mori) yang diternak (peternakan ulat itu disebut serikultur). Sutra bertekstur
mulus, lembut, namun tidak licin. Rupa berkilauan yang menjadi daya tarik sutra
berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat tersebut yang
membolehkan kain sutra membiaskan cahaya pada berbagai sudut.
"Sutra liar" dihasilkan
oleh ulat selain ulat sutra murbei dan dapat pula diolah. Pelbagai sutra liar
dikenali dan digunakan di Cina, Asia Selatan, dan Eropa sejak zaman silam,
namun skala produksinya selalu jauh lebih kecil daripada sutra ternakan. Sutra liar
berbeda dari sutra ternakan dari segi warna dan tekstur, dan kepompong liar
yang dikumpulkan biasanya sudah dirusak oleh ngengat yang keluar sebelum
kepompong tersebut diambil, sehingga benang sutra yang membentuk kepompong itu
sudah terputus menjadi pendek. Ulat sutra ternakan dibunuh dengan dicelup ke
dalam air mendidih sebelum keluarnya ngengat dewasa, atau dicucuk dengan jarum,
sehingga seluruh kepompong dapat diurai menjadi sehelai benang yang tak
terputus. Ini membolehkan sutra ditenun menjadi kain yang lebih kuat. Sutra
liar biasanya juga lebih sukar dicelup warna daripada sutra ternakan
Pemerintah Provinsi Sulawesi
Selatan berencana melakukan impor bibit sutera dari China yang dinilai memiliki
kualitas yang jauh lebih baik dan digemari petani sutera. Tidak ada masalah
jika petani menggunakan bibit produk luar negeri lantaran bibit lokal belum
mampu memproduksi bibit yang berkualitas. Hal ini dikatakan Wakil Gubernur
Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu’mang saat menerima Gabungan Kelompok Tani
(Gapoktan) Penghasil Sutera di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu,
14 Maret 2012.
Lanjut dikatakan, karena kualitas
bibit sutera di Sulawesi Selatan mulai menurun, maka pihaknya mengaku perlu
melakukan itu untuk mengembalikan kejayaan sutera Sulawesi Selatan yang pernah
terkenal di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Bibit sutera produksi
Perusahaan Umum Perhutani yang selama ini dipakai hanya bisa menghasilkan
panjang benang maksimal 600 meter per ulat, meski harganya yang jauh lebih
murah dengan harga Rp 80 ribu per box. Sedangkan bibt sutera dari China meski
harga Rp 260 per-box, tetapi mampu menghasilkan panjang benang mencapai 1000
meter per ulat.
Saat ini, menjadi kesempatan
Sulawesi Selatan untuk mengembangkan kejayaan sutera, karena baik China maupun
Jepang yang dulunya terkenal sebagai negara penghasil sutera kini beralih ke
dunia industri. Kedua negara ini telah meninggalkan pekerjaan itu kemudian
beralih ke industri. Ini kesempatan kita di Indonesia mengambil alih posisi itu
sebagai penghasil sutera dunia untuk
menuju negara industri. Dalam kesempatan tersebut, Wagub Sulsel juga meminta
Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan sebagai Leading Sector pengembangan sutera
untuk membantu potensi sutera di Kabupaten Soppeng dan Wajo yang terkenal sebagai
daerah penghasil sutera di Sulawesi Selatan. Kedua daerah tersebut akan menjadi
percontohan daerah penghasil sutera sehingga nantinya bisa diadopsi oleh petani
di daerah lain.
Sementara, Ketua Gabungan
Kelompok Tani Penghasil Sutera, Ilyas Muhammad Yahya berharap agar Pemprov.
Sulawesi Selatan dapat membantu petani dalam memenuhi jumlah kebutuhan bibt
sutera produksi China. Pertahunnya, Kelompok Petani Sutera membutuhkan 1000 box
bibit sutera, sementara yang tersedia hanya 400 box bibit per tahun. Selain
itu, anggota DPRD Kabupaten Soppeng ini juga meminta agar Pemprov. Sulawesi
Selatan mendapatkan standar harga sutera. Ini diharapkan ke depan para pedagang
tidak mudah mempermainkan harga yang bisa merugikan petani, kalau bisa ini
segera ditetapkan standar harganya
Proses Pembuatan Sutra
Sutra dihasilkan dari kepompong
ulat sutra. Ulat sutra menghasilkan kepompong yang dapat dipintal menjadi serat
sutra. Ada ratusan jenis ulat sutra, namun sutra yang terbaik dihasilkan oleh
kepompong dari ulat sutra pohon murbei yang memiliki nama ilmiah Bombyx mori.
Induk sutra dapat menelurkan
hingga 500 butir telur ulat sutra seukuran kepala jarum pentul. Setelah sekitar
20 hari, telur tersebut menetas menjadi larva ulat yang sangat kecil. Larva
ulat ini akan memakan daun murbei dengan agresif. Sekitar 18 hari kemudian,
ukuran badan larva ulat tersebut telah membesar hingga 70 kali ukuran tubuh
semula serta empat kali mengganti cangkangnya. Kemudian larva ulat tersebut
akan terus membesar hingga beratnya mencapai 10.000 kali berat semula. Pada
saat itu ulat sutra akan berwarna kekuningan dan lebih padat. Itulah tanda ulat
sutra akan mulai membungkus dirinya dengan kepompong.
Kemudian kepompong direbus agar
larva ulat di dalamnya mati. Karena jika dibiarkan, ulat akan matang lalu
menggigiti kepompongnya sehingga tidak bisa digunakan lagi. Setelah ulat mati,
serat di kepompong dapat diuraikan menjadi serat sutra yang sangat halus.
Satu buah kepompong sutra dapat
menghasilkan untaian serat sepanjang 300 meter hingga 900 meter dengan diameter
10 mikrometer (1/1000 milimeter). Di seluruh dunia dalam satu tahun dapat
menghasilkan total serat sutra sepanjang 112,7 milyar kilometer atau sekitar
300 kali perjalanan pergi-pulang ke matahari dari bumi!
Kemudian serat sutra yang halus
tersebut dipintal. Serat sutra dipintal dengan proses yang menyerupai proses
pada saat ulat sutra memintal kepompongnya. Proses itulah yang dibuat menjadi
alat pemintalan serat sutra untuk dibuat menjadi kain sutra yang indah. Bahan
kain dari sutra inilah yang kemudian dibuat menjadi berbagai produk pakaian
maupun produk lainnya. Beberapa batik kelas terbaik di Indonesia juga
menggunakan bahan dari sutra.
Keunggulan Sutra
Saat mengenakan pakaian yang
terbuat dari sutra, Anda akan merasakan kenyamanan dan kelembutan dari bahan
sutra tersebut. Namun pakaian yang terbuat dari sutra memiliki banyak
keunggulan. Keunggulan dan keistimewaan dari sutra antara lain:
Sutra merupakan bahan yang sangat
kuat. Kekuatan sutra sebanding dengan kawat halus yang terbuat dari baja.
Sutra juga lembut saat menyentuh
kulit. Asam amino dalam serat sutra yang membuat sutra terasa lembut dan
nyaman. Bahkan sutra dapat menjaga agar terhindar dari berbagai penyakit kulit.
Tentu hal ini akan membuat pemakainya merasa nyaman.
Sutra memiliki kemampuan menyerap
yang baik sehingga cocok digunakan di udara yang hangat dan tropis. Karena itu,
setiap pemakai bahan sutra akan merasa sejuk dan lebih kering meski udara
panas. Yang menyebabkan bahan sutra mampu menyerap kelembaban dan cairan karena
asam amino di dalam serat sutra mampu menyerap lalu membuang keringat.
Bahan sutra memiliki ciri khas
yaitu berkilau seperti mutiara. Hal ini disebabkan karena lapisan-lapisan
fibroin, yaitu sejenis protein yang dihasilkan ulat sutra, membentuk struktur
mikro yang berbentuk prisma. Struktur prisma inilah yang menyebabkan cahaya
akan disebar ketika terkena bahan dari sutra sehingga menimbulkan efek kilau
yang indah pada sutra.
Sutra memiliki daya tahan
terhadap panas dan tidak mudah terbakar.
Salah satu kemampuan istimewa
sutra adalah mampu melindungi kulit tubuh dari sinar ultraviolet yang dapat
merusak kulit.
Cara Merawat Bahan dari Sutra
Tentu setelah membeli pakaian
yang terbuat dari sutra, Anda akan menjaganya agar tetap terawat dan indah.
Berikut ini beberapa tips agar pakaian atau produk kain yang terbuat dari sutra
tetap terawat:
Jika Anda memiliki batik atau
bahan pakaian dari sutra, maka jangan menyemprot parfum atau minyak wangi
langsung ke kain tersebut, terutama batik sutra ataupun kain sutra dengan
pewarna alami.
Pada saat mencuci bahan dari
sutra, sebaiknya Anda mencuci di pencuci profesional dengan sistem dry
cleaning, kecuali Anda dapat melakukan proses pencucian jenis tersebut. Namun
Anda juga dapat mencucinya di rumah dengan deterjen yang lembut dan air hangat
sekitar 30° C. Jangan diremas dan diperas. Biarkan kering sendiri dengan angin.
Anda juga dapat menyeterika bahan
dari sutra. Hindari menyeterika langsung di permukaan sutra. Gunakan kain atau
pakaian untuk melapisi kain sutra Anda, lalu mulailah menyetrika.
Simpanlah bahan kain atau pakaian
dari sutra di tempat yang kering dan tidak lembab. Gunakan hanger atau
gantungan pakaian yang terbuat dari bahan lembut, misalnya dilapisi busa.
Hindari ngengat pada tempat
penyimpanan pakaian atau kain dari sutra. Untuk mengusir ngengat, Anda dapat
menggunakan akar wangi atau pengharum pakaian.
Hindari menyimpan pakaian atau
kain dari sutra di tempat yang terkena sinar atau cahaya berlebih seperti sinar
matahari
